Visualisasi Kesunyian Seni Rupa Putu Sutawijaya Dalam Kuratorial Betwixt and Between, 217

Research output: Contribution to conferencePaperpeer-review

Abstract

Terminologi sunyi, sesungguhnya bukanlah bermakna sepi sebgaimana yang dipahami selama ini. Dalam batin yang sunyi (pasepan, kasepen, gung), dalam filosofi agama Hindu dapat memunculkan sebuah kesadaran diri agar hati nurani leluasa bersuara. Purifikasi melalui jalan sunyi mampu menjauhkan diri seseorang dari pikiran yang bebas dari dualitas pikiran dan kegelapan-kegelapan bathin. Pemaknaan semacam inilah yang dijadikan landasan proses kreatif Putu Sutawijaya dalam mengeksekusi karya-karya seni rupa kontemporernya yang menarasikan gaduhnya kehidupan sosial-politik masyarakat dewasa ini. Dalam proses kreatif Putu Sutawijaya dapat ditemukan beberapa karya seni rupa kontemporernya yang sangat kuat merefleksikan makna di balik kesunyian, diantaranya Out From The Darkside,Datang Tumbuh Subur,dan berebut Kesunyian,Hasil temuan tersebut akan dilakukan pembacaan dengan perspektif hermeneutika Wihelm Dilthey yang akan dipertautkan dengan semangat spiritualitas agama Hindu. Sedangkan keterkaitan makna kontekstualitas sosial-politiknya akan dianalisis dengan prespektif strukturis dari Chistoper Lloyed. Dari pembacaan tersebut dapat ditemukan bahwa situasi kesunyian (niharamkarah) dalam kehidupan realitas keseharian manusia, teryata justru yang terjadi sebuah aktivitas 'keramaian' dengan penuh kreativitas mengagumkan. Semuanya dapat dikenali melalui representasi geliat gerak tubuh (gestikulasi) dalam karya seni rupa kontemporer Putu Sutawijaya.
Original languageIndonesian
Publication statusPublished - 2018
EventSeminar Nasional Agama, Adat, Seni, dan Sejarah di Zaman Milenial - ID, Denpasar, Indonesia
Duration: 1 Jan 2018 → …

Conference

ConferenceSeminar Nasional Agama, Adat, Seni, dan Sejarah di Zaman Milenial
CountryIndonesia
CityDenpasar
Period1/01/18 → …

Keywords

  • Putu Sutawijaya, Seni Rupa Kontemporer, Hermenuetika, Strukturis, Cristroper Lloyed.

Cite this