Tahapan Gegar Budaya Yang Dialami Mahasiswa Indonesia (Studi Kasus Mahasiswa Aktif South China Normal University)

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Komunikasi merupakan suatu bagian penting dalam kehidupan manusia. Komunikasi dan kebudayaan merupakan dua konsep yang tidak dapat dipisahkan. Jumlah pelajar dan mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di negara China semakin meningkat tiap tahunnya. Gegar budaya merupakan salah satu hambatan dalam komunikasi antarbudaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tahapan gegar budaya yang dialami oleh mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di South China Normal University, Guangzhou, China. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi, komunikasi antarbudaya, dan gegar budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif studi kasus secara deskriptif. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil wawancara semistruktur dengan lima informan. Empat orang mahasiswa yang merupakan informan dalam penelitian ini mengalami gegar budaya yang terdiri dari empat fase, yaitu fase kesenangan, fase kekecewaan, fase awal resolusi, dan fase berfungsi dengan efektif. Masing-masing mengalami gegar budaya dalam derajat yang berbeda. Gegar budaya harus disikapi dengan baik agar seseorang dapat melewatinya dan tidak merasa putus asa.
Original languageIndonesian
Pages (from-to)259–265
JournalKoneksi
Volume1
Issue number2
DOIs
Publication statusPublished - 2017

Cite this