Suku Bangsa Enggano dalam Perdebatan Rumpun Bangsa dan Bahasa Austronesia: Suatu Tinjauan Antropologis

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Pulau Enggano ialah pulau paling selatan dari rangkaian busur kepulauan di sebelah barat pantai Sumatra, setelah Simeulue, Nias dan Mentawai. Terletak di Samudra Hindia dengan perairan laut dalam membuatnya digambarkan sebagai pulau yang terisolasi. Penduduk aslinya, atau suku bangsa Enggano, dikenal dalam catatan kolonial sebagai masyarakat yang keras terhadap kedatangan orang-orang Eropa ke pulau mereka. Studi literatur mengenai Enggano terbatas hanya pada catatan kunjungan dan cerita-cerita mengenai kebudayaan masa lampau mereka yang sudah tidak dipraktikkan lagi. Beberapa studi, terutama antropologi, arkeologi, dan linguistik, mencoba mengaitkan Enggano dengan Nias dan Mentawai karena lokasi geografis mereka yang berdekatan sehingga diasumsikan bahasa atau kebudayaan pada ketiga masyarakat tersebut memiliki kemiripan dalam derajat tertentu. Hingga kini, posisi Enggano dari masyarakat lainnya di wilayah Pulau Sumatra, yang digolongkan ke dalam anggota keluarga rumpun Austronesia, masih belum jelas. Di samping itu, Bahasa Enggano ternyata memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya seolah berbeda sama sekali bahkan dari Nias dan Mentawai. Studi linguistik pun belum mencapai kesimpulan apakah Enggano termasuk ke dalam rumpun bahasa Austronesia atau tidak. Sementara itu, beberapa ciri kebudayaan mereka, seperti sistem organisasi sosial matrilineal dan cara hidup sebagai pemburu peramu, diasumsikan memiliki keterkaitan dengan peristiwa kontak awal antara populasi pra-Austronesia dan penutur bahasa Austronesia di bagian barat Nusantara ketika migrasi Austronesia terjadi. Namun demikian, perlu studi lebih lanjut mengenai sejarah migrasi populasi suku bangsa Enggano melalui studi genetik yang dapat menggambarkan campuran gen pada suatu populasi sehingga bagaimana keterkaitan Enggano dengan masyarakat di bagian barat Nusantara dapat dijawab dan tergambar secara lebih jelas.
Original languageIndonesian
Pages (from-to)19-48
JournalJurnal Antropologi Indonesia
Volume40
Issue number1
DOIs
Publication statusPublished - 2019

Keywords

  • Austronesia
  • Enggano
  • kontak dan isolasi
  • matrilineal
  • organisasi sosial
  • studi genetik

Cite this