Studi Faktor Iklim dan Kasus TB di Kabupaten Serang, Provinsi Banten

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

TB disebabkan M. tuberculosis yang menyebar melalui udara dan telah menginfeksi seperempat populasi dunia. Indonesia memiliki tren peningkatan prevalensi TB pada tahun 2010-2019. Kasus TB paru di Kabupaten Serang memiliki tren peningkatan selama 2017-2019 dan menduduki peringkat pertama kasus baru TB BTA+ terbanyak di Provinsi Banten pada tahun 2019. Faktor iklim merupakan salah satu faktor lingkungan terpenting dalam penyebaran TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah kasus baru TB dengan faktor iklim bulanan (suhu, kelembaban, curah hujan, kecepatan angin, dan lama penyinaran matahari) tahun 2014-2020 di Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan rancangan studi ekologi yang dilaksanakan pada April-Juni 2021. Hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan kelembaban (nilai-p = 0,010; r = -0,279), curah hujan, (nilai-p = 0,004; r = -0,312) dan lama penyinaran matahari (nilai-p = 0,007; r = 0,293) berhubungan dengan jumlah kasus baru TB. Sedangkan suhu dan kecepatan angin tidak berhubungan dengan jumlah kasus baru TB (nilai-p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah kelembaban, curah hujan, dan lama penyinaran matahari berhubungan dengan jumlah kasus baru TB.
Original languageIndonesian
JournalHigeia : Journal of Public Health Research and Development
Volume6
Issue number1
DOIs
Publication statusPublished - 31 Jan 2022

Cite this