Sklerosis Sistemik: Antibodi dan Pemeriksaan Laboratorium

Research output: Chapter in Book/Report/Conference proceedingConference contribution

Abstract

Sklerosis sistemik merupakan penyakit autoimun pada jaringan ikat yang ditandai fibrosis berlebihan pada jaringan ikat dan organ viseral, dan vaskulopati. Penyakit ini bersifat progresif dan berpotensi menurunkan kualitas hidup pasien serta dapat menyebabkan kematian karena keterlibatannya pada berbagai organ vital.
Penyakit ini pada tahap awal seringkali menunjukkan gambaran klinis yang tidak khas, sehingga sulit untuk dikenali. Raynaud’s phenomenon dan refluks gastro-esofagus merupakan manifestasi klinis yang paling sering. Autoantibodi merupakan salah satu faktor yang berperan penting pada patogenesis sklerosis sistemik. Selain itu autoantibodi merupakan biomarker yang dapat dipakai untuk mendukung diagnosis, memprediksi prognosis serta berhubungan dengan keterlibatan berbagai organ vital. Antinuclear antibody ditemukan pada > 90% pasien. Antibodi anti-sentromer, anti-topoisomerase (Scl-70) dan anti RNA polymerase I dan III merupakan autoantibodi yang sering ditemukan pada pasien sklerosis dan berhubungan dengan manifestasi klinisnya. Pemeriksaan dengan indirect immunofluorescence assay merupakan pemeriksaan yang dapat dipakai sebagai pemeriksaan penyaring.
Original languageIndonesian
Title of host publicationPENDIDIKAN BERKESINAMBUNGAN PATOLOGI KLINIK 2019
Subtitle of host publicationROLE OF LABORATORY IN THE ERA OF PERSONALIZED MEDICINE
Publication statusPublished - Aug 2019

Keywords

  • connective tissue disease
  • Raynaud’s phenomenon
  • CREST syndrome
  • autoantibodi
  • anti-Scl-70
  • anti-centromere
  • anti-RNA polymerase

Cite this