Reradiasi pada Kanker Serviks Rekuren: Respon Terapi dan Efek Samping

Muhammad Fauzi Siregar, Nana Fauzi Supriana, Laila Nuranna, Joedo Prihartono

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Latar Belakang: Penatalaksanaan dengan reradiasi pada pasien kanker serviks rekuren masih dianggap kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk menilai respon terapi dan efek samping yang terjadi pada reradiasi, pengaruh interval waktu radiasi terhadap respon terapi dan efek samping, serta pengaruh ukuran tumor terhadap respon terapi. Metode dan Material: Studi retrospektif kohort, pada pasien kanker serviks rekuren yang menjalani reradiasi pada Januari 2007 - Desember 2012 di Departemen Radioterapi RSCM. Hasil: Sebanyak 22 pasien masuk dalam penelitian ini, sebagian besar mengalami respon komplet (40,9%) dan parsial(45,5%). Kebanyakan pasien (68,2%) tidak mengalami atau hanya mengalami efek samping ringan (RTOG Grade 0-2). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada respon terapi dan efek samping antara pasien dengan interval waktu re-kurensi < 12 bulan vs ≥ 12 bulan (p=0,544, dan p=1.000). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada respon terapi antara pasien dengan ukuran ≤4 cm vs >4 cm (p=1.000). Kesimpulan: Reradiasi dapat dipertimbangkan sebagai modalitas terapi dalam penatalaksa-naan kanker serviks rekuren, dengan respon terapi yang baik dan mayoritas pasien tidak mengalami atau hanya mengalami efek samping ringan. Tidak ditemukan hubungan antara perbedaan interval waktu penyinaran terhadap respon terapi dan efek samping, serta perbedaan ukuran tumor terhadap respon tumor.
Original languageIndonesian
JournalRadioterapi & Onkologi Indonesia
Publication statusPublished - 2014

Cite this