Reputasi dan Kredibilitas sebagai Upaya untuk Mengatasi Masalah Koordinasi dan Reformasi yang Berkelanjutan

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Perekonomian Indonesia sejak Krisis Ekonomi 1998 mengalami perlambatan dalam kemajuan. Laju pertumbuhan ekonomi tidak mampu lagi melewati angka 6,5% – yang merupakan tingkat laju pertumbuhan yang menjadi patokan sebelum Krisis Ekonomi 1998. Bahkan setelah tahun 2013, perekonomian Indonesia terjebak dalam tingkat pertumbuhan yang lebih rendah – yang jelas tidak cukup untuk mencegah perekonomian Indonesia untuk tidak terjebak dalam perangkap negara berpenghasilan menengah (middle income trap) saat penduduk berusia tua mendominasi struktur penduduk pada tahun 2040. Lebih jauh lagi, laju pertumbuhan ekonomi pasca-Krisis Ekonomi 1998 menjadi kurang sensitif terhadap penurunan tingkat kemiskinan dan diikuti dengan memburuknya distribusi pendapatan. Profil pertumbuhan yang sama sekali berbeda dengan gambaran selama lebih dari 30 tahun proses pembangunan ekonomi Indonesia sejak tahun 1969. Pola seperti ini sebetulnya bukan hanya dialami oleh Indonesia, tetapi juga dialami oleh negara Asia Tenggara lainnya, seperti Thailand dan Malaysia yang sebelumnya digolongkan sebagai “13 performing countries” oleh Growth Commission karena keberhasilan untuk tumbuh 6+ persen per tahun selama lebih dari 3 dekade.
Original languageEnglish
JournalJurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia
Publication statusPublished - 2019

Fingerprint Dive into the research topics of 'Reputasi dan Kredibilitas sebagai Upaya untuk Mengatasi Masalah Koordinasi dan Reformasi yang Berkelanjutan'. Together they form a unique fingerprint.

Cite this