Representasi Perpustakaan dalam Serial Animasi Avatar: The Last Airbender

Nina Mayesti

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Film merupakan salah satu media representasi yang dapat menggambarkan sesuatu, termasuk perpustakaan. Mengkaji representasi perpustakaan dalam media seperti film menjadi penting untuk dapat mengetahui konsep perpustakaan yang berada dalam pikiran masyarakat. Artikel ini membahas representasi perpustakaan dalam serial animasi Avatar: The Last Airbender dengan menunjukkan fungsi dan komponen perpustakaan yang digambarkan dalam serial animasi tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotik Roland Barthes yaitu hubungan analisis sintagmatik dan paradigmatik untuk melihat unsur naratif, seperti alur, tokoh, dan latar. Data diperoleh dari kalimat-kalimat dialog dan adegan yang menunjukkan serta menggambarkan perpustakaan. Unit analisis yang digunakan adalah satuan teks atau sekuen. Perpustakaan direpresentasikan sebagai sebuah gedung yang memiliki fungsi untuk menyimpan koleksi dengan nilai informasi yang penting. Komponen perpustakaan yang muncul dalam representasi adalah pengguna, koleksi, sarana dan prasarana. Komponen pustakawan dan dana tidak tampil dalam representasi.Hilangnya komponen pustakawan dalam representasi menggambarkan bahwa peran pustakawan masih dianggap kurang penting dalam masyarakat. Representasi yang paling menonjol adalah perpustakaan yang digambarkan sebagai gudang ilmu pengetahuan. Representasi juga menunjukkan bahwa informasi merupakan aset yang sangat penting untuk dilindungi
Original languageEnglish
JournalEdulib : Journal of Library and Information Science
Publication statusPublished - 2019

Fingerprint Dive into the research topics of 'Representasi Perpustakaan dalam Serial Animasi Avatar: The Last Airbender'. Together they form a unique fingerprint.

Cite this