Proporsi Defisit Working Memory Murid Sekolah Dasar di SDN Pegangsaan II/07, Jakarta Utara

Felicia Nike, Surilena, Tjhin Wiguna, Herlina Uinarni

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Latar Belakang: Defisit working memory dapat menjadi prediktor berbagai masalah, seperti kesulitan belajar, serta berbagai masalah perilaku dan emosi pada murid sekolah dasar.

Tujuan: Mengidentifikasi besar proporsi defisit working memory murid sekolah dasar di SDN Pegangsaan II/07, Jakarta utara.

Metode: Deskriptif cross-sectional, pada 96 murid SD kelas I–VI dengan cara stratified random sampling, yang dilakukan pada bulan Februari–Agustus 2014 di SDN Pegangsaan II/07, Jakarta Utara. Instrumen yang digunakan adalah Working memory Rating Scale (WMRS) yang diisi oleh guru Wali kelas honorer atau tetap yang telah bekerja minimal 1 bulan dan kuesioner demografi diisi oleh orang tua, yaitu ibu kandung. Analisis data bersifat deskriptif.

Hasil: 44,8% murid SD mengalami defisit working memory, 32,6% tergolong defisit working memory sedang dan 67,4% murid tergolong defisit working memory berat. Defisit working memory paling banyak dijumpai pada murid SD kelas 4 dan 6. Proporsi defisit working memory lebih banyak dijumpai pada murid laki-laki (53,7%) dibandingkan dengan murid perempuan (38,2%). Anak laki-laki (41,5%) dan anak perempuan (21,8%) lebih banyak terdeteksi mengalami defisit working memory berat.

Kesimpulan: Proporsi defisit working memory pada murid sekolah dasar cukup besar dan kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar kualitas anak dapat ditingkatkan.
Original languageIndonesian
JournalDamianus Journal of Medicine
Publication statusPublished - 2013

Cite this