Persepsi Pemelajar Bahasa Mandarin terhadap Perbedaan Nada: Studi Kasus terhadap Pemelajar dengan Latar Belakang B1 yang Berbeda

Research output: Contribution to conferencePaperpeer-review

Abstract

Dalam Bahasa Mandarin, (tinggi) nada (pitch) terutama digunakan untuk membedakan makna leksikal. Selain itu, nada dalam Bahasa Mandarin juga berfungsi informatif, sebagai penanda fokus ujaran dan intonasi. Fungsi nada yang seperti ini juga ditemukan dalam bahasa lainnya. Dengan demikian, rangkaian nada da lam ujaran berbahasa Mandarin memiliki berbagai fungsi dan dipersepsi berbeda-beda, yakni sebagai ton, intonasi, dan fokus (penekanan). Interaksi antara ton, intonasi, dan fokus dalam suatu ujaran akan mempengaruhi ketinggian dan kontur ton, maka persepsi terhadap nada yang berbeda-beda ini tidak mudah dilakukan bahkan oleh penutur jati. Penelitian terdahulu mencatat bahwa identifikasi intonasi ujaran (menentukan pertanyaan atau pernyataan) tidak mudah Kata kunci: intonasi, ton, fokus ujaran, pemelajar Bahsa Mandarin, uji persepsi. PENDAHULUAN Dalam Bahasa Mandarin, tinggi nada (pitch) memiliki fungsi linguistis pada tataran kata dan kalimat. Ketinggian nada tertentu pada tiap-tiap suku kata Bahasa Mandarin berfungsi distingtif untuk membedakan makna leksikal, yang juga disebut ton. 1 Pada tataran kalimat, nada berfungsi informatif untuk membedakan tipe informasi (pernyataan, pertanyaan, perintah) dan untuk menandakan fokus/penekanan kata tertentu dalam suatu ujaran. Realisasi tiga fungsi nada yang seperti ini jamak ditemukan dalam ujaran sehari-hari yang dituturkan oleh penutur Bahasa Mandarin. Interaksi di antaranya pun tidak terelakkan. Interaksi dapat terjadi antar ton satu dan lainnya, serta antara ton dengan intonasi dan fokus. Pengaruh intonasi terhadap ton bisa berbeda-beda (Lehiste 1970: 100). Layaknya Bahasa Indonesia, intonasi pernyataan dalam Bahasa Mandarin ditandai dengan kontur nada menurun, sedangkan intonasi pertanyaan ditandai dengan kontur nada menaik. Norman 1988: 149 mengemukakan untuk ujaran dengan intonasi pernyataan, ton yang berada di awal ujaran akan memiliki ketinggian yang lebih daripada ton di akhir ujaran. Hal ini menandakan terlepas dari jenis tonnya, selama berada di dalam ujaran pernyataan ton di awal akan cenderung meninggi dan ton di akhir akan cenderung merendah. Ini merupakan bukti bahwa intonasi berpengaruh terhadap realisasi ton, memperngaruhi ketinggiannya. Analisis yang lebih detil terhadap kontur F0 menunjukkan bahwa fokus ujaran dalam Bahasa Mandarin ditandai dengan pelebaran rentang nada pada kata yang ditekankan (difokuskan) serta menekan atau merendahkan rentang nada untuk kata-kata yang terletak setelah fokus ujaran. Hal ini berlaku sama untuk pertanyaan dan pernyataan (Liu dan Xu, 2005: 70). 1 Bahasa M andarin Standar memiliki empat ton utama: Yinping, Yangping, Shangsheng and Qusheng yang secara umum, satu-persatu disebut ton 1, ton 2, ton 3, ton 4. Keempat ton ini memiliki ketinggian nada yang berbeda-beda. Chao (1968) mengilustrasikannya melalui skala lima titik (1-5; rendah, semi rendah, sedang, semi tinggi, tinggi). Ketinggian setiap ton pada saat berdiri sendiri adalah 55, 35, 214, dan 51. Parameter akustis utama ton adalah ketinggian F0 dan kontur F0 (Wang, Jongman and Sereno 2006).
Original languageIndonesian
Publication statusPublished - 2017
EventKonferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya 15 (KOLITA 15) - ID, Jakarta, Indonesia
Duration: 1 Jan 2017 → …

Conference

ConferenceKonferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya 15 (KOLITA 15)
CountryIndonesia
CityJakarta
Period1/01/17 → …

Keywords

  • intonasi, ton, fokus ujaran, pemelajar Bahsa Mandarin, uji persepsi.

Cite this