Abstract
Peredaran rokok ilegal sangat membahayakan, baik bagi kesehatan maupun bagi penerimaan negara, sehingga DJBC sebagai instansi yang berwenang mengawasi peredaran rokok harus melakukan tangkapan rokok ilegal untuk menekan peredaran rokok ilegal di masa depan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengawasan, tarif cukai, dan batasan minimum HJE terhadap tangkapan rokok ilegal di Indonesia, penulis melakukan analisis deskriptif terhadap data realisasi anggaran pengawasan, jumlah pegawai DJBC, tarif cukai, batasan minimum harga jual eceran, dan tangkapan rokok ilegal. Data-data tersebut penulis dapatkan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan dari Badan Pusat Statistik. Hasilnya kenaikan tarif cukai dan batasan minimum HJE di Indonesia sampai saat ini tidak berdampak signifikan terhadap tangkapan rokok ilegal di Indonesia, satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menekan peredaran rokok ilegal adalah dengan memperkuat pengawasan dengan cara meningkatkan anggaran pengawasan dan sumber daya manusia baik dari segi kuantitas maupun kualitas.Memperketat pengawasan secara menyeluruh akan mampu mengoptimalkan tangkapan rokok ilegal dan dapat menekan peredaran rokok ilegal di masa depan.
| Original language | Indonesian |
|---|---|
| Pages (from-to) | 124-140 |
| Journal | Bina Ekonomi |
| Volume | 27 |
| Issue number | 2 |
| DOIs | |
| Publication status | Published - 1 Sept 2023 |
Keywords
- Tarif Cukai
- HJE
- Rokok Ilegal
- Pengawasan
Cite this
- APA
- Author
- BIBTEX
- Harvard
- Standard
- RIS
- Vancouver