Pengaruh Malnutrisi dan Faktor lainnya terhadap Kejadian Wound Dehiscence pada Pembedahan Abdominal Anak pada Periode Perioperratif

Tinuk Agung Meilany, Alexandra Alexandra, Ariono Arianto, Qamarrudin Bausat, Endang S K, Joedo Prihartono, Damayanti R Sjarif

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Latar belakang.Wound dehiscenceadalah salah satu komplikasi bedah abdominal yang jarang ditemui, namun sering menyebabkan kematian, meningkatkan lama rawat, biaya, dan risiko infeksi berat dengan akibat kematian. Malnutrisi dianggap sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian dehiscence tersebut. Tujuan.Menilai angka kejadiandehiscencebedah mayor pada anak yang berbeda status gizi, risiko relatif serta faktor lain yang mempengaruhi risiko dehiscence. Metode. Penelitian kohort prospektif pada 262 kasus bedah abdominal mayor pada anak. Pasien yang memenuhi kriteria dibagi 2 kelompok yaitu menderita malnutrisi dan tidak. Tata laksana dilakukan sesuai
standar Bagian Bedah Anak RSAB Harapan Kita. Pengamatan dilakukan selama periode perioperatif sampai pulang dari rumah sakit. Dihitung angka kejadian, risiko relatif, dan faktor atribusi dehiscence. Pengolahan data dan analisis menggunakan SPSS versi 11.5 dan Open Epi Hasil.Angka kejadian ehiscence2,7% (7/262), satu pasien gizi baik (0,8%), gizi kurang 2/7(1,7%), gizi
buruk 4/4(100%). Terjadi pada hari kelima pasca operasi (kisaran 3-7hari). Lama rawat 25 hari (14-73) vs 10 hari (1-10) tidak dehiscence. Meninggal dunia 1/7dehiscence. Risiko dehiscencemeningkat secara bermakna pada gizi buruk vsgizi baik (RR136, IK95% 19,3-958,6, p=0,000). Hipoalbumin vsnormal (RR23,6, IK95% 5,8-95,4, p=0,000). Anemia vsnormal (RR18,6, IK95% CI3.7-91.9, p=0,000). Sepsis vsnormal (RR10,7, IK95% 2,5-45,5, p=0,000). Faktor atribusi dehiscence99,3% karena gizi buruk, hipoalbumin 96,6%, sepsis 90,7%, gizi kurang 59%. Kesimpulan.Status gizi buruk, hipoalbumin, dan sepsis berperan hampir seratus persen terhadap kejadian dehiscencepada anak. Saran, perlu dilakukan skoring risiko tinggi dehiscencepada anak yang akan menjalani
bedah mayor.
Original languageIndonesian
Pages (from-to)110-116
JournalSari Pediatri
Volume14
Issue number2
DOIs
Publication statusPublished - 2012

Cite this