TY - JOUR
T1 - Pengaruh Acceptance And Commitment Therapy Terhadap Gejala Dan Kemampuan Klien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan
AU - Sulistiowati, Ni Made Dian
AU - Keliat, Budi Anna
AU - Wardani, Ice Yulia
PY - 2014
Y1 - 2014
N2 - Sebanyak 70% gangguan jiwa di Indonesia merupakan skizofrenia dimana memiliki gejala perilaku kekerasan. RSMM Bogor merupakan rumah sakit jiwa yang sudah menerapkan MPKP pada tiap ruang rawatnya. Klien yang dirawat sudah mendapatkan terapi keperawatan dan juga terapi secara medis. Terapi keperawatan yang diberikan berupa terapi generalis dan terapi spesialis. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) merupakan suatu terapi baru yang menggunakan prinsip penerimaan terhadap suatu masalah dan komitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh ACT terhadap gejala dan kemampuan klien dengan resiko perilaku kekerasan yang dirawat diRumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan penurunan gejala perilaku kekerasan secara bermakna pada kelompok yang mendapatkan terapi ACT dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan terapi ACT (p value < 0,05). Kemampuan ACT memiliki hubungan terhadap gejala perilaku kekerasan dimana didapatkan bila kemampuan ACT meningkat maka terjadi penurunan gejala perilaku kekerasan. ACT direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai terapi keperawatan jiwa yang dapat diberikan pada klien resiko perilaku kekerasan.
AB - Sebanyak 70% gangguan jiwa di Indonesia merupakan skizofrenia dimana memiliki gejala perilaku kekerasan. RSMM Bogor merupakan rumah sakit jiwa yang sudah menerapkan MPKP pada tiap ruang rawatnya. Klien yang dirawat sudah mendapatkan terapi keperawatan dan juga terapi secara medis. Terapi keperawatan yang diberikan berupa terapi generalis dan terapi spesialis. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) merupakan suatu terapi baru yang menggunakan prinsip penerimaan terhadap suatu masalah dan komitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh ACT terhadap gejala dan kemampuan klien dengan resiko perilaku kekerasan yang dirawat diRumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan penurunan gejala perilaku kekerasan secara bermakna pada kelompok yang mendapatkan terapi ACT dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan terapi ACT (p value < 0,05). Kemampuan ACT memiliki hubungan terhadap gejala perilaku kekerasan dimana didapatkan bila kemampuan ACT meningkat maka terjadi penurunan gejala perilaku kekerasan. ACT direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai terapi keperawatan jiwa yang dapat diberikan pada klien resiko perilaku kekerasan.
UR - https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/JKJ/article/view/3910
M3 - Article
SN - 2655-8106
JO - Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ) : Persatuan Perawat Nasional Indonesia
JF - Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ) : Persatuan Perawat Nasional Indonesia
ER -