Nilai Kearifan Lokal dalam Bahasa Jawa: Sebuah Studi Tentang Metode Penyusunan Parikan.

Research output: Contribution to conferencePaperpeer-review

Abstract

Bahasa merupakan unsur penting dalam kebudayaan. Bahasa sebagai sarana komunikasi manusia kepada manusia lain baik lisan maupun tulis. Bahasa disusun oleh manusia dalam berbagai bentuk dan isi sesuai dengan keperluan dalam setiap ekspresinya. Bahasa yang memuat aspek keindahan secara verbal diwujudkan di dalam puisi, prosa, dan drama (lakon), namun juga ragam lain seperti ungkapan (peribahasa). Di dalam khasanah kesusteraan Jawa terdapa ragam puisi yang khas seperti pantun dan syair yang disebut parikan. Parikan disusun seiring dengan tema atau topik yang hendak di nyatakan oleh si pengarang kepada orang lain. Parikan sangat luwes dari sisi gagasan yang akan dituangkan di dalamnya. Tema atau topik yang sangat luwes tersebut menyangkut keseluruhan aspek-aspek kehidupan manusia yang dapat mengandung sindiran, pasemon, candaan ringan, sifat/karakter seorang tokoh, sanjungan, dan lain-lain. Di dalam parikan, teknik persajakan dibangun secara luwes pula, dapat terdiri dari dua baris atau empat baris dan pola persajakan dapat berbentuk a – b atau a – b – a – b. Hingga saat ini jarang terbitan buku yang memuat parikan (pantun Jawa). Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir hanya ada satu buku yang terbit yaitu: 'Parikan, Pantun Jawa: Puisi Abadi', karya Koesalah Soebagyo Toer yang terbit pada tahun 2011 oleh Feliz Books di Jakarta. Motivasi penulisan paper ini adalah karena langkanya penulis dan terbitan buku pantun sehingga membangkitkan suatu pertanyaan, apakah sulit seseorang untuk menyusun sebuah parikan. Oleh karena itu permasalahan yang diangkat dalam paper ini adalah bagaimana metode penyusunan parikan dalam konteks budaya Jawa. Metode othak-athik gathuk dengan menggunakan sarana bunyi pada kata dipergunakan untuk mengimplementasikan sebuah pencapaian struktur yang ideal dengan pola-pola tertentu pada parikan. Saya berasumsi bahwa metode penyusunan parikan dengan menerapkan teknik othak-athik gathuk dengan menerapkan seleksi dari sejumlah kata yang memiliki derajat makna yang paling tepat dengan mengikuti alur pola bunyi yang dikehendaki.
Original languageIndonesian
Publication statusPublished - 2018
EventSeminar Internasional Bahasa sastra dan pembelajarannya Pemertahanan Bahasa dan Budaya Daerah melalui Pendidikan - ID, Bandung, Indonesia
Duration: 1 Jan 2018 → …

Conference

ConferenceSeminar Internasional Bahasa sastra dan pembelajarannya Pemertahanan Bahasa dan Budaya Daerah melalui Pendidikan
CountryIndonesia
CityBandung
Period1/01/18 → …

Keywords

  • Kearifan lokal, bahasa Jawa, parikan, othak-athik gathuk, variasi kata.

Cite this