Abstract
Inflasi harga secara umum merupakan persentase perubahan indikator Indeks Harga Konsumen (IHK). Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan indeks harga konsumen pada masa pandemi covid-19 . Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data Badan Pusat Statistik yaitu: Indeks Harga Konsumen (IHK), harga beras, harga daging ayam ras, harga minyak goreng. Data yang bersumber dari Bank Indonesia yaitu jumlah uang yang beredar, tingkat suku bunga. Data yang bersumber dari Pusdatin Kementrian Kesehatan yaitu jumlah kasus terkonfirmasi positif covid 19. Peubah respons yang digunakan adalah IHK yang merupakan indikator terbaik yang mencerminkan perubahan harga eceran. Pendugaan parameter yang digunakan adalah model coomon effect, model fix effect dan model random effect. Model terbaik yang terbentuk berdasarkan penelitian ini adalah model data panel spasial lag pengaruh tetap (SLM Fixed Effect) dengan nilai R_square 70,62 persen. Peubah bebas yang berpengaruh terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah harga beras, harga daging ayam, harga minyak goreng, jumlah penaambahan kasus positif covid-19. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kebijakan stabilitas harga beras, harga daging ayam, harga minyak goreng dimasa pandemi Covid19.
| Original language | Indonesian |
|---|---|
| Journal | Jurnal Vokasi Indonesia |
| Volume | 10 |
| Issue number | 2 |
| DOIs | |
| Publication status | Published - 30 Dec 2022 |
UN SDGs
This output contributes to the following UN Sustainable Development Goals (SDGs)
-
SDG 3 Good Health and Well-being
Keywords
- Indeks Harga Konsumen
- Model Spasial
- Covid 19
Cite this
- APA
- Author
- BIBTEX
- Harvard
- Standard
- RIS
- Vancouver