Abstract
Bahasa Jawa Kuno dikenal sebagai bahasa yang memiliki pola klausa predikat (V) mendahului subjek (S). Biasanya, ada partikel pewatas ta atau variasinya di antara urutan predikat-subjek (Vta-S). Di samping berpola V-S, juga ditemukan pola S-V. Dalam tulisan ini diperlihatkan bahwa pola klausa bahasa Jawa Kuno tersebut dipicu oleh kepentingan pembentukan wacana naratif. Partikel ta dan beberapa unsur sintaksis yang lain memiliki peran dalam pembentukan wacana naratif. Unsur sintaksis lain tersebut adalah kedefinitan nomina, argumen berupa nomina (NP) atau pronomina, dan verba afektif-pasif. Sumber data yang saya gunakan untuk kajian ini adalah teks parwa Jawa Kuno, yaitu Adiparwa suntingan Juynboll (1906). Menurut Molen (2010, 396),parwa merupakan produk sastra tersendiri. Parwa harus dipandang sebagai karya sastra,sebagaimana halnya kakawin. Ada struktur cerita yang jelas yang dibantu dengan alat penstrukturan yang bersifat leksikal, gramatikal, dan sastra. Dalam penelitian ini diperlihatkan unsur gramatikal yang digunakan untuk tujuan membangun cerita.
| Original language | Indonesian |
|---|---|
| Pages (from-to) | 167-179 |
| Journal | Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara |
| Volume | 13 |
| Issue number | 2 |
| DOIs | |
| Publication status | Published - 2022 |
Keywords
- Partikel Ta
- Teks Parwa
- Bahasa Jawa Kuno
Cite this
- APA
- Author
- BIBTEX
- Harvard
- Standard
- RIS
- Vancouver