Konsep Perempuan Ideal dalam Kekerasan Verbal: Analisis Film Korea ‘Kim Bok-Nam Salinsageonui Jeonmal’

Izzatun Nafsi, Putu Pramania Adnyana

Research output: Contribution to conferencePaper

Abstract

Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal yang dikenal juga dengan judul Bedevilled merupakan film yang menyoroti kentalnya budaya patriarki di Korea dan masalah-masalah terkait kesetaraan gender yang timbul. Dalam film ini, kekerasan verbal menjadi media untuk menyuarakan konsep perempuan ideal di masyarakat Korea yang masih kuat tertanam nilai patriarki. Kekerasan verbal adalah perilaku terus-menerus menggunakan kata-kata untuk menanamkan keraguan diri pada orang yang diserang dan untuk membangun rasa dominasi serta kontrol bagi pelaku. Kekerasan ini dapat diklasifikasikan sebagai kekerasan berbasis gender. Rumusan masalah dalam makalah ini adalah bagaimana kekerasan verbal terhadap perempuan dalam film Kim Bok-nam Salinsageonui Jeonmal digunakan sebagai cara untuk menyampaikan konsep perempuan ideal dalam masyarakat Korea. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis kekerasan verbal yang digunakan untuk menyampaikan konsep perempuan yang dianggap ideal. Penelitian menggunakan metode deskriptif analisis, dimulai dengan mengumpulkan data yang berkaitan dengan ujaran kekerasan verbal, menandai adegan-adegan yang menampilkan tuturan kekerasan verbal dalam film dan kemudian mengklasifikasikan berdasarkan teori kekerasan verbal oleh Bosch (2004). Klasifikasi ini digunakan sebagai dasar untuk menganalisis dan menafsirkan ucapan kekerasan verbal sebagai media untuk menyampaikan konsep ideal perempuan dalam film ini. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam bentuk kekerasan verbal yaitu Judging and Criticizing, Threatening, Discounting, Accusing and Blaming, Ordering, dan Blocking and Diverting. Jenis Judging dan Criticizing adalah jenis kekerasan verbal yang paling sering digunakan dalam film. Selain itu konsep perempuan ideal yang disampaikan meliputi peran perempuan dalam pekerjaan, rumah tangga, tata krama, dan masyarakat.
Kata kunci: kekerasan verbal, kekerasan gender, misogini
Original languageIndonesian
Pages245-258
Publication statusPublished - Oct 2019

Cite this