Kolaborasi Stakeholder pada Pelaksanaan Inovasi Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Barat Tahun 2018

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Inovasi yang dilakukan pemerintah dalam menangani bencana gempa bumi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018 menghadapi sejumlah tantangan. Pembangunan rumah ditargetkan selesai dalam satu tahun, dua tahun berjalan masih belum tuntas. Data ganda, tidak terserapnya dana, hingga jumlah rumah terbangun belum sesuai target menjadi masalah serius. Padahal, stakeholder yang terlibat sangat banyak. Pada awal trimester 2021, pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di semua wilayah NTB di atas 97%. Untuk itu, menarik untuk dikaji lebih lanjut bagaimana inovasi penanggulangan bencana di NTB dapat mencapai target dan bagaimana peran stakeholder yang ada. Kajian ini dilakukan berdasarkan studi dokumen dari dokumen pemerintah pusat dan daerah serta literatur
review artikel jurnal selama April 2021. Hasil kajian menunjukkan bahwa intensifnya kolaborasi dan sinergi dari berbagai stakeholder, berperan besar dalam mengatasi permasalahan yang ada. Validasi data yang dilakukan BRI berperan besar dalam mengatasi dana ganda. Desain RTG dari Kementerian PUPR memudahkan masyarakat dalam merencanakan dan membangun kembali rumahnya. TNI mempercepat pembangunan RTG. Fasilitator membantu masyarakat dalam perencanaan, pengajuan dana, pelaksanaan, hingga pelaporan. Berbagai upaya ini membuat permasalahan yang dihadapi saat inovasi penanggulangan bencana teratasi. Setiap stakeholder memiliki peran yang sama besar dan sama pentingnya dalam menyinergikan dan mengolaborasikan semua stakeholder untuk mendukung tercapainya tujuan penanggulangan bencana.
Original languageIndonesian
JournalSalus Cultura
Volume2
Issue number2
Publication statusPublished - 31 Dec 2022

Cite this