Kemampuan Memindai Teks Cerita dalam Pengajaran Bahasa

Research output: Contribution to conferencePaperpeer-review

Abstract

Bagi masyarakat Indonesia saat ini membaca adalah kegiatan rutin. Disebut kegiatan rutin karena hampir seluruh masyarakat di Indonesia dapat dikatakan dapat membaca. Persoalannya apakah mereka mengerti apa yang mereka baca? Pertanyaan ini menjadi tekateki yang besar. Kondisi inilah yang mendorong saya untuk melakukan penelitian. Dalam pengajaran bahasa membaca adalah salah salah satu kegiatan yang harus dilakukan, dari sekian banyak kegiatan belajar bahasa. Tujuan penelitian saya adalah mendapatkan jawaban secara acak seberapa banyak masyarakat yang membaca tersebut mengerti isi teks yang mereka baca? Setelah itu dengan cara kualitatif saya mencoba memahami mengapa kondisi ini dapat terjadi? Dari hasil sampel acak yang saya sebarkan ternyata, saya temukan di lapangan, 1amper 50% orang yang membaca sebuah teks tidak mengerti apa yang dibacanya. Kemudian saya berusaha menelusuri kondisi tersebut. Dalam mengajar bahasa pendekatan yang saya lakukan pendekatan budaya. Teks yang dibaca harus diberi muatan budaya yang transparan. Membuat teks yang diberi muatan budaya yang transparan memang tidah mudah. Tetapi ini adalah titik yang dapat menggali rasa ingin tahu seorang pembaca. Dengan cara ini diharapkan pembaca teks dapat aktif bertanya. Di sisi lain pengajar bahasa wajib menggali dan menuntun rasa ingin tahu pembaca sehingga dapat meningkatkan rasa ingin tahu dan meningkatkan pemahaman pembaca teks tersebut. Cara ini memang tidak mudah tetapi saya sudah mencoba dan banyak kemudahan sekaligus kesulitan yang saya hadapi, tapi tetap menyenangkan.
Original languageIndonesian
Publication statusPublished - 2017
EventSeminar Nasional Pengajaran Bahasa 2017 - ID, Depok, Indonesia
Duration: 1 Jan 2017 → …

Conference

ConferenceSeminar Nasional Pengajaran Bahasa 2017
CountryIndonesia
CityDepok
Period1/01/17 → …

Keywords

  • Bahasa, Budaya, Pengajaran, Teks.

Cite this