Kampanye Anti-Vaksin oleh Seorang Dokter, Apakah Melanggar Etik?

Julitasari Sundoro, Ali Sulaiman, Agus Purwadianto, Broto Wasisto

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Sejarah terjadinya wabah cacar telah melahirkan era baru dalam upaya pencegahan penyakit infeksi. Pada abad ke-19 mulai diperkenalkan terminologi vaksin dan vaksinasi. Lambat laun, vaksinasi kian populer karena mampu mengeradikasi penyakit cacar dan mampu mengontrol penyakit infeksi lainnya. Namun, perkembangan vaksin tidak serta merta mendapat tanggapan positif. Di tengah masyarakat lahirlah gerakan antivaksinasi yang vokal menyuarakan bahaya dari vaksinasi. Dokter sebagai garda terdepan di bidang kesehatan sekaligus penanggung jawab pasien memegang peran penting untuk mencerdaskan dan tidak terlibat dalam pusaran propaganda antivaksinasi.
Original languageEnglish
Pages (from-to)1-5
JournalJurnal Etika Kedokteran Indonesia (JEKI)
Volume2
Issue number1
DOIs
Publication statusPublished - 19 Mar 2018

Keywords

  • anti-vaksin
  • kampanye

Fingerprint

Dive into the research topics of 'Kampanye Anti-Vaksin oleh Seorang Dokter, Apakah Melanggar Etik?'. Together they form a unique fingerprint.

Cite this