Abstract
Pemerintah Indonesia telah berupaya dalam menciptakan ketahanan pangan guna memastikan seluruh masyarakat memperoleh pangan dalam kuantitas dan kualitas yang sesuai, salahsatunya melalui Program Food Estate. Salah satu program food estate dilakukan di daerahKabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Akan tetapi, dalam praktiknya food estate diKabupaten Gunung Mas masih mengalami berbagai inefektivitas dalam pelaksanaannya. Berdasarkan permasalahan tersebut, artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program food estate Kabupaten Gunung Mas sebagai upaya mewujudkan keberlanjutan ketahanan pangan. Penulisan artikel ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen berupa data sekunder yang berasaldari berbagai sumber berupa berita media online, data publikasi elektronik, dan sumberkredibel lainnya. Analisis data dilakukan dengan metode diagram pohon (tree diagram) untukmemetakan sebab-akibat dari program food estate. Hasil penulisan ini menyimpulkan bahwa masih terdapat beberapa permasalahan inefektivitas dalam program food estate di Kabupaten Gunung Mas yaitu pendekatan top-down dalam implementasi program, terbatasnya sarana danprasarana pendukung pertanian, serta adanya upaya proletarisasi petani. Oleh karena itupendekatan berbasis kolaborasi menjadi kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkesinambungan.
| Original language | Indonesian |
|---|---|
| Pages (from-to) | 480-489 |
| Journal | Jurnal Ilmiah Publika |
| Volume | 11 |
| Issue number | 2 |
| DOIs | |
| Publication status | Published - 14 Dec 2023 |
Keywords
- Krisis pangan
- Ketahanan Pangan
- Food Estate
Cite this
- APA
- Author
- BIBTEX
- Harvard
- Standard
- RIS
- Vancouver