Abstract
Identitas adalah sesuatu yang dibentuk serta tidak dapat lepas dari pengaruh ideologi (Hall, 1997). Identitas urban, khususnya dalam konteks Indonesia pasca Orde Baru, mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Budaya urban, khususnya sejak runtuhnya Orde Baru, mengalami peningkatan yang signfikan secara jumlah sehingga menjadi salah satu ciri budaya populer di Indonesia. Salah satu cara untuk melihat potret identitas urban dalam masyarakat adalah dengan melihat karya sastranya. Ika Natassa dalam novel-novelnya memfokuskan diri pada situasi urban, perkotaan, dan masyarakat kelas menengah. Salah satu novel yang memaparkan mengenai budaya urban dan keterkaitannya dengan budaya populer adalah novelnya yang berjudul Antologi Rasa. Makalah ini akan membedah bagaimana identitas urban digambarkan, khususnya di kelas menengah Indonesia, serta direpresentasikan melalui novel-novel Ika Natassa, khususnya dikaitkan dengan budaya populer masyarakat Indonesia yang sedang berkembang terkait dengan konteks kekinian. Pendekatan yang akan digunakan adalah pendekatan cultural studies Stuart Hall serta pendekatan sosiologi sastra. Analisis akan digunakan dengan cara melihat secara keseluruhan novel Antologi Rasa, lalu menggunakan teori identitas milik Stuart Hall dan sosiologi sastra Rene Wellek dan Warren dalam menganalisis isinya. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk melihat seberapa jauh representasi budaya populer dan budaya urban digambarkan dalam novel Antologi Rasa.
| Original language | Indonesian |
|---|---|
| Publication status | Published - 2017 |
| Event | Seminar Nasional Kearifan Lokal dalam Pemertahanan Integrasi Bangsa Indonesia - ID, Bandung, Indonesia Duration: 1 Jan 2017 → … |
Conference
| Conference | Seminar Nasional Kearifan Lokal dalam Pemertahanan Integrasi Bangsa Indonesia |
|---|---|
| Country/Territory | Indonesia |
| City | Bandung |
| Period | 1/01/17 → … |
Keywords
- identitas, budaya populer, budaya urban.
Cite this
- APA
- Author
- BIBTEX
- Harvard
- Standard
- RIS
- Vancouver