TY - JOUR
T1 - Hypoxemia event and related factor on diagnostic bronchoscopy for lung tumor case (Kejadian Hipoksemia dan Faktor Yang Berpengaruh Pada Tindakan Bronkoskopi Diagnostik Kasus Tumor Paru)
AU - Putra, Andre Prawira
AU - Rasmin, Menaldi
AU - Aniwidyaningsih, Wahju
PY - 2020
Y1 - 2020
N2 - Latar Belakang: Bronkoskopi adalah prosedur yang umum digunakan sebagai tindakan membantu penegakkan diagnosis kasus tumor paru.
Hipoksemia disebut sebagai salah satu komplikasi yang sering terjadi pada bronkoskopi diagnostik oleh karena itu dilakukan penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui angka kejadian hipoksemia, faktor yang mempengaruhi dan dampak klinis yang mungkin timbul.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang pada pasien tumor paru yang menjalani bronkoskopi diagnostik dan dilakukan
selama Januari-April 2019 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Rujukan Respirasi Nasional Persahabatan Jakarta. Sebanyak 195 pasien
diikutsertakan dan dilakukan pengamatan terhadap nilai saturasi oksigen pada tahap premedikasi, durante, pasca tindakan. Hipoksemia adalah
subjek dengan saturasi oksigen <90% dan diamati berbagai faktor yang dianggap berpengaruh dan dampak klinis yang terjadi.
Hasil: Jumlah kejadian hipoksemia pada bronkoskopi diagnostik sebanyak 40 kasus (20,5%). Waktu kejadian hipoksemia paling banyak pada
tahap durante tindakan (20%) dengan median lama hipoksemia berlangsung 15 detik. Proporsi waktu muncul hipoksemia terjadi paling banyak
pada 10 menit pertama tindakan (11,3%). Faktor demografi yang bermakna terhadap kejadian hipoksemia adalah jenis kelamin (P=0,04) dan
riwayat merokok (P=0,005). Faktor yang dianggap berpengaruh dan memiliki hubungan bermakna dengan kejadian hipoksemia antara lain
lama waktu tindakan dan timbulnya komplikasi (<0,05). Sebanyak 5 pasien dirawat pasca tindakan di ruang intensif dan tidak ada kasus
kematian yang dilaporkan.
Kesimpulan: Hipoksemia yang muncul pada bronkoskopi diagnostik kasus tumor paru tidak menimbulkan dampak klinis yang fatal seperti
kematian pada penelitian ini. Terdapat sejumlah faktor yang berpengaruh dengan kejadian hipoksemia pada tindakan bronkoskopi diagnostik
kasus tumor paru yaitu jenis kelamin, riwayat merokok, lama waktu tindakan dan timbulnya komplikasi. (J Respir Indo. 2020; 40(2): 66-74)
Kata kunci: hipoksemia, bronkoskopi diagnostik, tumor paru.
AB - Latar Belakang: Bronkoskopi adalah prosedur yang umum digunakan sebagai tindakan membantu penegakkan diagnosis kasus tumor paru.
Hipoksemia disebut sebagai salah satu komplikasi yang sering terjadi pada bronkoskopi diagnostik oleh karena itu dilakukan penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui angka kejadian hipoksemia, faktor yang mempengaruhi dan dampak klinis yang mungkin timbul.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang pada pasien tumor paru yang menjalani bronkoskopi diagnostik dan dilakukan
selama Januari-April 2019 di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Rujukan Respirasi Nasional Persahabatan Jakarta. Sebanyak 195 pasien
diikutsertakan dan dilakukan pengamatan terhadap nilai saturasi oksigen pada tahap premedikasi, durante, pasca tindakan. Hipoksemia adalah
subjek dengan saturasi oksigen <90% dan diamati berbagai faktor yang dianggap berpengaruh dan dampak klinis yang terjadi.
Hasil: Jumlah kejadian hipoksemia pada bronkoskopi diagnostik sebanyak 40 kasus (20,5%). Waktu kejadian hipoksemia paling banyak pada
tahap durante tindakan (20%) dengan median lama hipoksemia berlangsung 15 detik. Proporsi waktu muncul hipoksemia terjadi paling banyak
pada 10 menit pertama tindakan (11,3%). Faktor demografi yang bermakna terhadap kejadian hipoksemia adalah jenis kelamin (P=0,04) dan
riwayat merokok (P=0,005). Faktor yang dianggap berpengaruh dan memiliki hubungan bermakna dengan kejadian hipoksemia antara lain
lama waktu tindakan dan timbulnya komplikasi (<0,05). Sebanyak 5 pasien dirawat pasca tindakan di ruang intensif dan tidak ada kasus
kematian yang dilaporkan.
Kesimpulan: Hipoksemia yang muncul pada bronkoskopi diagnostik kasus tumor paru tidak menimbulkan dampak klinis yang fatal seperti
kematian pada penelitian ini. Terdapat sejumlah faktor yang berpengaruh dengan kejadian hipoksemia pada tindakan bronkoskopi diagnostik
kasus tumor paru yaitu jenis kelamin, riwayat merokok, lama waktu tindakan dan timbulnya komplikasi. (J Respir Indo. 2020; 40(2): 66-74)
Kata kunci: hipoksemia, bronkoskopi diagnostik, tumor paru.
M3 - Article
SN - 0853-7704
SN - 2620-3162
JO - Jurnal Respirologi Indonesia
JF - Jurnal Respirologi Indonesia
ER -