Hubungan Kadar Antibodi Reseptor Asetilkolin dengan Derajat Keparahan Penyakit Miastenia Gravis di RS Cipto Mangunkusumo

Manfaluthy Hakim

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Pendahuluan: Antibodi reseptor asetilkolin (anti-AChR) merupakan antibodi utama dalam patogenesis penyakit
miastenia gravis (MG). Pemeriksaan antibodi ini merupakan salah satu pemeriksaan penting dalam menegakkan diagnosa.
Gambaran klinis MG dapat terbagi menjadi MG okular, MG generalisata dan MG bulbar. Tiap individu dapat memiliki
derajat keparahan yang berbeda yang dinilai berdasarkan MG composite score (MG-cs).
Tujuan: Untuk mengetahui adanya hubungan kadar anti-AChR dengan derajat keparahan penyakit MG berdasarkan
MG-cs di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Metode: Penelitian ini merupakan studi potong lintang yang melibatkan pasien MG di RSCM pada bulan Januari
2017- November 2017. Kriteria inklusi subjek ialah pasien yang telah didiagnosa MG berusia 18-75 tahun. Pemeriksaan
kadar anti-AChR dengan metode ELISA. Penilaian MG-cs dilakukan bersamaan dengan pengambilan sampel darah.
Hasil: Didapatkan 72 subjek yang sesuai kriteria inklusi. Rerata usia subjek adalah 43 tahun (SD 12,56) dengan
jenis kelamin perempuan lebih banyak (2,5:1). Gejala okular merupakan gejala terbanyak saat awitan (79,2%) dan early
onset MG lebih banyak ditemukan (77,8%). Sebanyak 59,7% subjek memiliki seropositif anti-AChR. Tidak ada perbedaan
imunosupresan. Tidak didapatkan hubungan bermakna antara kadar anti-AChR dengan MG-cs (p=0,727).
Diskusi: Kadar anti-AChR tidak berhubungan dengan derajat keparahan penyakit MG
Original languageIndonesian
JournalNeurona
Publication statusPublished - 2020

Cite this