Gambaran Mielosupresi pada Pasien Kanker Ovarium yang Menerima Kemoterapi Carboplatin-Paclitaxel di RSCM tahun 2018

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Pendahuluan: Kanker ovarium merupakan penyakit keganasan ginekologi dengan angka mortalitas tertinggi dengan prognosis yang buruk disebabkan oleh tidak adanya gejala yang khas pada stadium awal. Penanganan kanker ovarium terutama adalah tindakan operatif dan kemoterapi kombinasi. Kemoterapi kombinasi mempunyai efek samping, diantaranya efek mielosupresi yang dapat menimbulkan penundaan siklus kemoterapi selanjutnya. Penelitian ini ditujukan untuk menilai perubahan nilai laboratorium pada pasien kanker ovarium yang mendapat kemoterapi kombinasi di RSUPN Cipto Mangunkusumo.Metode: Data hemoglobin, Absolute Neutrophil Count (ANC) dan jumlah trombosit didapatkan dari data rekam medis pasien yang menerima 6 siklus Carboplatin – Paclitaxel dari Januari-Desember 2018. Pasien yang menerima kemoterapi lain dan metastasis sumsum tulang dieksklusi.Hasil: Enam belas pasien menerima siklus lengkap Carboplatin-Paclitaxel. Kadar hemoglobin awal adalah 11,30±0,887 mg/dL dan penurunan rata-rata sebanyak 0.29 g/dL per siklus. Rata-rata awal ANC adalah 5,394.43±2.096 sel/mm3 dan penurunan rata-rata adalah 543 sel/mm3 setiap siklus dan 5,35% mengalami neutropenia. Rata-rata penurunan trombosit adalah 34.225 sel/mm3 dan 23% akan mengalami trombositopenia setiap siklus. Kesimpulan: Efek Carboplatin-Paclitaxel terlihat nyata dalam siklus pertama. Perhatian medis perlu dipertimbangkan pada resipien awal kemoterapi.
Original languageEnglish
JournalJournal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia
Publication statusPublished - 2020

Fingerprint

Dive into the research topics of 'Gambaran Mielosupresi pada Pasien Kanker Ovarium yang Menerima Kemoterapi Carboplatin-Paclitaxel di RSCM tahun 2018'. Together they form a unique fingerprint.

Cite this