Gambaran Klinis Asidosis Tubulus Renalis pada Anak

Research output: Contribution to journalArticle

Abstract

Asidosis tubulus renalis merupakan penyakit yang jarang dijumpai, mempunyai manifestasi klinis yang tidak spesifik; ditandai dengan asidosis metabolik hiperkloremik, senjang anion plasma dan laju filtrasi glomerulus normal. Gambaran klinis dapat berupa gangguan pertumbuhan, anoreksia, muntah, konstipasi, diare, dehidrasi, dan poliuria. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif deskriptif terhadap pasien asidosis tubulus renalis primer maupun sekunder di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Jakarta antara tahun 1975-1995. Selama 20 tahun didapatkan 12 kasus asidosis tubulus renalis yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 6 perempuan. Usia saat diagnosis ditegakkan antara 4 bulan sampai 11 tahun, rerata 5 tahun 2 bulan. Asidosis tubulus renalis distal merupakan jenis yang paling sering ditemukan yaitu 8 pasien, sedangkan asidosis tubulus renalis proksimal 4 pasien. Gangguan motorik tungkai bawah merupakan keluhan utama yang paling sering ditemukan yaitu pada 9/12 pasien (7 pasien tidak dapat berjalan atau lumpuh dan 2 pasien dengan tulang bengkok dan fraktur). Muntah-muntah disertai dehidrasi merupakan keluhan utama pada 2 pasien sedangkan gagal tumbuh pada 1 pasien. Malnutrisi dengan berat badan < P3 NCHS didapatkan pada 10 pasien sedangkan gangguan pertumbuhan dengan tinggi badan < P3 NCHS didapatkan pada 11 pasien. Sebagai kesimpulan, asidosis tubulus renalis merupakan penyakit yang sangat jarang dengan manifestasi klinis yang tidak spesifik sehingga diagnosis seringkali terlambat. Gangguan motorik tungkai bawah merupakan keluhan utama yang paling sering ditemukan.
Original languageIndonesian
Pages (from-to)192-197
JournalSari Pediatri
Volume4
Issue number4
DOIs
Publication statusPublished - 2003

Cite this