Efek Latihan Retrowalking terhadap Kekuatan Otot Quadriceps pada Individu dengan Obesitas

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Pendahuluan: Konsensus dalam literatur menunjukkan bahwa individu dengan obesitas mengalami penurunan kekuatan otot quadriceps yang relatif terhadap massa tubuh dibandingkan pada individu non-obesitas. Hal ini terbukti meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis, gangguan keseimbangan, dan potensi keterbatasan fungsional. Program latihan retrowalking menunjukkan manfaat dalam meningkatkan kekuatan otot quadriceps. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui efek latihan retrowalking terhadap kekuatan otot quadricep pada individu dengan obessitas. Metode: Studi ini merekrut subjek sehat dengan obesitas derajat I di Departemen Rehabilitasi Medik, RSCM-Jakarta. Latihan retrowalking dilakukan selama 4 minggu (2 sesi/minggu, 15 menit/sesi). Kekuatan otot quadriceps diukur oleh satu penguji tunggal menggunakan handheld dynamometer dalam beberapa interval waktu (pretest, minggu ke-2, minggu ke-4). Analisi data dan uji hipotesis menggunakan uji T berpasangan. Hasil: Sebanyak 7 individu yang direkrut dengan rerata usia adalah 29,57 ± 2,94 tahun dan Indeks Massa Tubuh 26,47 ± 0,8. Kekuatan otot quadriceps meningkat secara signifikan pada akhir minggu ke-2 (D = +3,04, p <0,001) dan minggu ke-4 (D = +5,59, p<0,001) dibandingkan sebelum latihan. Tidak ada efek samping yang dilaporkan selama latihan retrowalking pada studi ini. Kesimpulan: Latihan retrowalking terbukti meningkatkan kekuatan otot quadricep pada individu dengan obesitas. Secara bersamaan, latihan retrowalking merupakan latihan yang aman.
Original languageEnglish
JournalJournal of the Indonesian Medical Association : Majalah Kedokteran Indonesia
Publication statusPublished - 2019

Fingerprint Dive into the research topics of 'Efek Latihan Retrowalking terhadap Kekuatan Otot Quadriceps pada Individu dengan Obesitas'. Together they form a unique fingerprint.

Cite this