Abstract
Isu penyakit mental di dunia saat ini merupakan hal yang perlu disikapi dengan seriuskarena dapat mengancam kehidupan banyak orang. Di Jerman, banyak anak-anak imigran Turkimengalami depresi yang disebabkan krisis identitas karena merasa jauh dari “rumah”. Prosespencarian identitas diri karena perbedaan budaya yang amat mencolok antara barat dan timurmemunculkan perasaan stress dan depresi sebagai ciri dari penyakit mental pada remaja. Makadari itu, Zoë Jenny lewat karyanya Ein schnelles Leben (2002) mengusung tema buku harian sebagai representasi dari pencarian identitas diri. Roman Ein schnelles Leben (2002) karya ZoëJenny juga ingin menyampaikan bahwa perasaan berada jauh dari “rumah” merupakan hal yangharus dilawan dengan cara yang bisa membuat penderitanya merasa tetap hidup, salah satunyadengan menulis. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengancara menyajikan gambaran lengkap mengenai keadaan atau fenomena sosial yang disajikan dalamroman Ein schnelles Leben. Didukung dengan teori mengenai buku harian dan juga persona,penelitian ini mencari tahu proses pembentukan identitas dan berbagai persona yang terlibat didalam prosesnya. Analisa dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga sub analisa yaitu a) Das BlaueBuch sebagai media bercerita. b) Identitas, Persona, dan Intertekstualitas dalam Roman Einschnelles Leben, dan c) Peran Das blaue Buch dalam Pencarian Identitas Hasilnya adalah bukuharian dalam proses pencarian identias diri terbukti dapat memberikan kebahagiaan sesaat karenasering dipilih sebagai media “pelarian” oleh sang tokoh utama.
| Translated title of the contribution | Exploring Depression and Identity Formation of Turkish Adolescent Migrants in the Novel Ein Schnelles Leben |
|---|---|
| Original language | Indonesian |
| Pages (from-to) | 229-248 |
| Journal | KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra |
| Volume | 7 |
| Issue number | 2 |
| DOIs | |
| Publication status | Published - 2024 |
Keywords
- depresi
- identitas
- menulis
- migrant
- remaja