Demam pada Penggunaan Analgesia Persalinan Epidural

Translated title of the contribution: Fever during labour epidural analgesia

Alfan Mahdi Nugroho, Yusmein Uyun, Annemarie Chrysantia Melati

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Analgesia epidural telah diperkenalkan secara rutin sebagai salah satu modalitas analgesia pada proses persalinan sejak lama. Hubungan antara analgesia epidural persalinan dengan demam intrapartum pada maternal sudah disebutkan pada beberapa literatur. Demam didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh lebih dari 38 oC yang didapat dari dua kali pemeriksaan. Beberapa teori yang disebutkan antara lain perubahan termoregulasi, infeksi pada ibu-janin dan inflamasi non-infeksi yang dimediasi oleh sitokin proinflamasi. Namun demikian berbagai mekanisme analgesia epidural dapat menyebabkan demam masih terus diteliti. Identifikasi demam pada ibu saat persalinan merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena memiliki konsekuensi klinis pada ibu dan neonatus. Pada ibu ditemukan suhu yang meningkat dikaitkan dengan peningkatan denyut jantung ibu, curah jantung, konsumsi oksigen, dan produksi katekolamin. Sedangkan pada janin demam intrapartum dapat menyebabkan sepsis, perubahan skor APGAR, peningkatan kebutuhan bantuan napas dan kejadian kejang. Efek demam pada ibu dan janin masih terus dipelajari, sehingga suatu saat didapatkan cara pencegahan yang paling baik yang pada akhirnya menghindarkan keraguan untuk melakukan analgesia persalinan.
Translated title of the contributionFever during labour epidural analgesia
Original languageIndonesian
Pages (from-to)72-9
JournalJurnal Anestesi Obstetri Indonesia
Volume1
Issue number1
DOIs
Publication statusPublished - 14 Apr 2020

Keywords

  • analgesia epidural
  • demam
  • persalinan
  • epidural analgesia
  • fever
  • labour

Fingerprint

Dive into the research topics of 'Fever during labour epidural analgesia'. Together they form a unique fingerprint.

Cite this