Asosiasi Sertoli Cell Only Syndrome dengan Riwayat Varikokel dan Kadar FSH pada pasien Azoospermia

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Varikokel adalah penyebab infertilitas yang paling sering karena menyebabkan kerusakan di testis sehingga dapat meningkatkan kadar FSH. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan riwayat varikokel dan sertoli cell-only syndrome (SCOS) berdasarkan kriteria Johnson dari biopsi testis serta hubungan SCOS dengan kadar FSH atau volume testis pada pasien azoospermia. Studi cross sectional ini (110 sampel) menggunakan data hasil biopsi testis pasien azoospermia di Departemen Biologi Kedokteran FKUI dan rekam medis Departemen Urologi FKUI-RSCM pada tahun 2011-2015. Nilai kriteria Johnson terbanyak adalah 5 dengan rerata 4,42 (±1,997). Hasil biopsi bernilai 2 atau gambaran SCOS adalah 21 (19,1%). Pada varikokel, terdapat 10 (27,8%) pasien SCOS (p=0,378). Tidak ada hubungan antara SCOS dengan riwayat varikokel. Pada pasien tanpa SCOS mean kadar FSH 14,1±8,6IU/L dan pada pasien SCOS mean kadar FSH 21,3±7,5IU/L. Terdapat perbedaan bermakna rerata kadar FSH (uji t berpasangan, p<0,05) yaitu 7,247 pada kelompok SCOS dan tidak SCOS. Dari 96 pasien, terdapat 36 testis dengan nilai Kriteria Johnson 2 dan 157 testis memiliki nilai di atas 2. Volume testis kelompok SCOS dan tidak SCOS berbeda bermakna (uji Mann-Whitney, p=0,018). Varikokel tidak dapat digunakan sebagai petunjuk SCOS pada pasien azoospermia, namun kadar FSH yang lebih tinggi pada pasien SCOS dapat menjadi petunjuk SCOS pada pasien azoospermia.
Original languageEnglish
JournaleJKI
Publication statusPublished - 2019

Fingerprint Dive into the research topics of 'Asosiasi Sertoli Cell Only Syndrome dengan Riwayat Varikokel dan Kadar FSH pada pasien Azoospermia'. Together they form a unique fingerprint.

Cite this