Analisis Pelaksanaan Migrasi Sistem Otomasi Di Perpustakaan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

Indira Irawati

Research output: Contribution to journalArticlepeer-review

Abstract

Migrasi sistem otomasi merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan oleh perpustakaan ketika
sistem otomasi yang lama dirasa sudah tidak lagi bisa mendukung kegiatan operasional perpustakaan.
Tujuan dari tulisan ini adalah menjelaskan pelaksanaan migrasi sistem otomasi Perpustakaan Kementerian
Kominfo RI. Tulisan didasarkan data hasil pendekatan kualitatif dengan pendekatan metode studi kasus.
Subjek dari kajian adalah pustakawan dan kepala perpustakaan Kemkominfo dan objek kajian ini adalah
pelaksanaan migrasi sistem otomasi di perpustakan Kemkominfo. Hasil kajian menunjukan bahw a
migrasi sistem otomasi di Perpustakaan Kemkominfo RI dilakuk an dengan cara menginput ulang data
koleksi buku yang sebelumnya sudah ada pada sistem otomasi yang pertama kali digunakan, yakni Sistem
Pustaka ke sistem yang baru, SLiMS. Terdapat beberapa faktor penting yang mempengaruhi pelaksanaan
migrasi sistem otomasi tersebut, yakni dalam hal kepemimpinan, komunikasi, pelatihan, dan perencanaan.
Di perpustakaan Kemkominfo, ke-empat faktor tersebut tidak berjalan dengan baik sehingga hal tersebut
menjadi hambatan bagi perpustakaan Kemkominfo dalam melakukan migrasi sistem otomasi. Selain itu,
pelaksanaan migrasi sistem otomasi ini, memberikan dampak yang kurang baik terhadap layanan sirkulasi
di Perpustakaan Kemkominfo. Oleh sebab itu, pihak perpustakaan Kemkominfo sebaiknya perlu untuk
membuat perencanaan yang lebih baik, secara tertulis, terkait pelaksanaan migrasi sistem otomasi
perpustakaan agar pelaksanaan migrasi sistem otomasi dapat terselesaikan dengan cepat dan tepat
sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan perpustakaan.
Original languageEnglish
JournalBibliotech : Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Publication statusPublished - 2019

Fingerprint

Dive into the research topics of 'Analisis Pelaksanaan Migrasi Sistem Otomasi Di Perpustakaan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI'. Together they form a unique fingerprint.

Cite this