| Klaster riset ini berfokus pada kajian kritis mengenai persinggungan antara gender, identitas budaya, dan diaspora melalui pendekatan interdisipliner. Di tengah arus globalisasi, masifnya migrasi trans-nasional, perubahan sosial, dan ketidaksetaraan struktural yang masih mengakar, penting untuk memahami gender sebagai sebuah konstruksi sosial yang terus dinegosiasikan dalam konteks budaya, sosial, politik dan transnasionalitas. Klaster ini menelaah bagaimana relasi kekuasaan, nilai-nilai lokal, serta pengaruh budaya lintas negara secara simultan mengkonstruksi pengalaman individu dan kelompok, khususnya kelompok rentan seperti perempuan dan kelompok gender ketiga, melalui lensa interseksionalitas. Lebih jauh, kajian ini mengeksplorasi peran negara dalam merumuskan kebijakan terkait kesetaraan gender, serta dinamika komunitas lokal dalam merundingkan kearifan matriarkal di tengah dominasi nilai-nilai patriarkal modern. Isu keseimbangan sosial antar generasi—seperti relasi antara lansia dan Gen Z—dikaji sebagai refleksi dari transformasi nilai gender dalam era digital dan budaya global. Selain itu, melalui tema-tema seperti hibriditas budaya, dan politik identitas, kluster ini juga mengeksplorasi peran diaspora, terutama perempuan, dalam merekonstruksi batas geografi, sosial dan budaya di dunia kontemporer dalam kaitannya dengan relasi gender, keterikatan identitas, perbedaan dan transformasi sosial-budaya yang dialami para penyintas batas ini. Dengan demikian, klaster ini tidak hanya menawarkan analisis struktural atas sistem ketidaksetaraan, tetapi juga menyoroti dinamika agensi, resistensi, dan strategi pemberdayaan yang dilakukan oleh individu maupun komunitas dalam menghadapi tantangan sosial-budaya kontemporer |